YEL YEL ‘BUNUH AHOK’ Di Serukan Anak Kecil, VIRAL !!

0
79
YEL YEL 'BUNUH AHOK' Di Serukan Anak Kecil, VIRAL !!

SERIBUU.COM – Beberapa bulan yang lalu ulama tersebut bernyanyi “bunuh-bunuh-bunuh si Ahok” di jalan-jalan. Bernyanyi dengan orasi penuh ancaman dan cacian luar biasa. Kalimatnya menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak bisa menghargai manusia sebagai ciptaan Tuhan.Sehingga dengan entengnya menyebut “kutil babi” dan mengajak jamaahnya untuk membunuh.

Lebih buruk dari itu, ada ulama yang berpakaian serba putih, dengan sadar dan serius mengatakan secara live di teve nasional bahwa “Ahok sebenarnya bisa dipotong tangan, dipotong kakinya, atau minimal diusir dari Indonesia. Ini dinyatakan secara live dan dianggap merupakan bagian dari ajaran agama Islam.

Kemudian beberapa hari yang lalu, anak-anak kecil usia sekolah dasar dan TK berkeliling kampung, pawai membawa obor, bernyanyi yel yel “ayo-ayo bunuh si Ahok, bunuh si Ahok sekarang juga.”

Gila! Anak kecil sudah dengan entengnya mengatakan “bunuh,” sudah bisa dibayangkan betapa kelam dan radikalnya lingkungan mereka saat ini?

Saat saya masih kecil, jangankan membunuh manusia, melihat orang tua menyembelih ayam saja saya takut. Jangankan berteriak dan bernyanyi “bunuh-bunuh,” mengatakan kata “bunuh” saja saya tidak pernah.

Bahkan sekarang, setelah dewasa dan berusia 27 tahun pun saya tidak berani mengajak orang lain untuk membunuh, atau bernyanyi “bunuh-bunuh-bunuh si Ahok.” Asli tidak berani. Sebab bagaimanapun, seburuk-buruknya Ahok, dia adalah manusia, sama seperti saya, sama-sama ciptaan Allah subhanahuwataala. Mana bisa saya punya niat atau mengajak orang lain untuk membunuhnya?

Jadi ketika ada anak-anak kecil yang bernyanyi “bunuh-bunuh-bunuh si Ahok,” saya jadi melihat dan membayangkan betapa gelap dan suramnya nasib bangsa ini ke depan jika tidak dicegah.

Bila cerita negatif si kancil anak nakal suka mencuri timun, cerdik dan licik mengelabuhi petani, menurut saya ada korelasinya dengan lahirnya koruptor-koruptor licik dan cerdik, bukankah lagu anak-anak yang mengajak orang lain untuk membunuh sesama manusia itu bisa menghasilkan generasi teroris dan radikal?

Untuk itu, dalam rangka berikhtiar untuk melawan doktrin radikal dan teroris yang berlindung di balik gelar ulama dan jubah agama Islam, saya mengajak semua orang, apapun agamanya, apapun sukunya, apapun jabatannya, untuk bersama-sama mengutuk doktrin radikal dari ulama yang mempelopori nyanyian “bunuh-bunuh-bunuh si Ahok.”

Saya mengharap kyai-kyai pesantren, ustad dan ulama, ketua umum PBNU, Muhammadiyah dan MUI, untuk secara tegas memberikan pernyataan, bahwa mengajak orang untuk membunuh merupakan tindakan yang sangat keji. Menyatakan bahwa nyanyian “bunuh-bunuh-bunuh” si Ahok yang dipopulerkan oleh ulama berinisial HRS merupakan doktrin radikal dan terorisme yang sangat terstruktur, sistematis dan massif. Menyatakan bahwa HRS bukan ulama. Jika tidak begitu, maka anda semua, para kyai, ustad dan ulama, pengurus ormas Islam, benar-benar tidak mencegah kemungkaran.

LEAVE A REPLY