Dikenal Sebagai Simbol Pancasila, Inilah 5 Fakta Burung Garuda Banyak yang Belum Tahu

0
149

SERIBUU – Mulai tahun ini, 1 Juni menjadi hari libur nasional untuk memperingati kelahiran Pancasila. Untuk kamu yang bertanya-tanya, Hari Lahir Pancasila itu berbeda lho dengan Hari Kesaktian Pancasila yang kita peringati tiap tanggal 1 Oktober. Dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato yang berjudul ‘Lahirnya Pancasila‘ dan sekaligus memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara. Sekarang bukan cuma hari kesaktian saja, hari lahirnya Pancasila juga sudah diakui sebagai hari libur nasional.

Membicarakan Pancasila sebagai dasar negara tentu nggak bisa lepas dari lambang negara, yaitu Burung Garuda. Burung yang gagah dengan sayap terbuka sempurna membawa tameng berisi lambang-lambang Pancasila. Mumpung sedang memperingati Hari Lahir Pancasila, yuk buka lagi pengetahuan kita tentang burung yang selalu disebut-sebut dalam sejarah Indonesia ini. Burung ini beneran ada ataukah hanya fiktif yang diciptakan untuk memanggul nilai-nilai filosofi bangsa? Buat yang penasaran, simak deh beberap ulasan Seribuu!

Burung Garuda yang kita kenal sekarang tidak di desain dengan sembarangan. Setiap bagiannya punya makna yang sangat mendalam.

burung garuda simbol pancasila

Nah, mumpung bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila nih, masih ingat nggak makna filosofis yang terkandung dalam burung Garuda?  Warna keemasannya melambangkan kejayaan dan keagungan. Kepala Garuda yang menoleh ke kanan menyimbolkan kebaikan. Dan bulu-bulu pada burung Garuda melambangkan momen kemerdekaan Indonesia, pada 17 Agustus 1945.

[Baca juga: Ini Rumah Soekarno Saat Merancang Pancasila di Ende, kagum!

17 helai pada setiap sayap, 8 helai pada ekor, 19 helai pada pengkal ekor, dan 45 helai pada bagian leher. Tameng yang dibawa oleh Garuda melambangkan pertahanan, perjuangan, dan perlindungan diri. Sementara pada kakinya mencengkeram pita Bhinneka Tunggal ika, sebuah semboyan untuk penduduk Indonesia yang berbeda tapi tetap satu jua.

Burung Garuda yang kita kenal saat ini adalah hasil rancangan dari Sultan Hamid 11. Prosesnya rumit dan panjang untuk mencapai sebuah kesepakatan.

Sultan Hamid 11

Setelah Panitia Lencana Negara mengadakan sayembara rancangan Lambang Negara, terpilih dua usulan pertama yaitu dari M. Yamin dan Sultan Hamid II. Setelah berbagai musyafarah, akhirnya desain usulan Sultan Hamid II-lah yang terpilih.

Dalam rancangan awalnya, Burung Garuda yang diusulkan memiliki tangan dan kaki manusia untuk membawa tameng berisi lambang Pancasila. Usulan awal ini mendapat keberatan dari Partai Masyumi karena dianggap terlalu berbau mitologi. Sultan Hamid II kembali mengajukan usulan lambang yang sudah disempurnakan dengan berbagai masukan, menjadi burung Rajawali-Garuda yang kita kenal sekarang.

Tapi waktu itu burung Garudanya masih gundul, alias belum punya jambul. Bung Karno-lah yang menyempurnakan Burung Garuda menjadi berjambul, dengan kaki yang mencengkeram berada di depan pita. Kuat dugaan karena Burung Garuda tanpa jambul dinilai terlalu mirip dengan Bald Eagle, lambang Amerika Serikat.

Burung Garuda sudah ada sejak Indonesia belum ada. Dalam cerita pewayangan, Garuda adalah tunggangan Dewa Wisnu sang pemelihara alam Semesta.

Garuda, kendaraan Dewa Wisnu

Bila kamu meneliti nama-nama spesies unggas, mungkin kamu nggak akan menemukan namanya Burung Garuda. Jadi Garuda itu burung apa? Keberadaan Garuda erat kaitannya dengan kebudayaan Nusantara dan sudah ada sejak Indonesia masih bernama Hindia–Belanda. Burung Garuda adalah burung gagah berani yang menjadi tunggangan Dewa Wisnu. Bagi masyarakat Jawa dan Bali, burung Garuda sangat familiar dan bisa ditemui dalam candi-candi ataupun situs purbakala.

Berbagai kisah yang ada, Burung Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin. Burung Garuda juga memiliki sifat Wisnu sebagai pemelihara dan penjaga alam semesta. Burung Garuda dipilih sebagai lambang negara Indonesia untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kokoh dan kuat.

Ada juga yang berpendapat bahwa burung Garuda adalah Burung Elang Jawa. Secara fisik memang mirip, tapi mungkin maknanya berbeda.

Burung Elang Jawa

Elang Jawa atau Nisaetus bartels dinilai sebagai rupa asli Burung Garuda. Bukan hanya bentuk fisik dengan sayap cokelat keemasan yang sama, Elang Jawa juga punya jambul yang nggak dimiliki oleh unggas yang lain dan digambarkan dengan sempurna dalam Burung Garuda.

Tapi bila benar Garuda adalah Elang Jawa, nasib Elang Jawa sungguh sangat ironis. Elang Jawa masuk sebagai spesies langka yang dilindungi, karena keberadaannya diperkirakan kurang dari 1000 ekor lagi. Meskipun begitu, banyak yang kurang setuju bahwa Elang Jawa dan Garuda itu sama. Kalau menurutmu bagaimana?

Pada faktanya, selain Indonesia, burung Garuda juga dipakai sebagai lambang negara Thailand lho. Sudah pada tahu belum?

Selain Amerika dengan Bald Eagle-nya, ternyata Thailand juga memakai Garuda sebagai lambang negara. Tapi bentuknya jelas berbeda dengan Garuda kita. Di Krut Pha, Garuda menatap ke depan dan memiliki tangan dan tubuh manusia. Lambang yang disebut sebagai Krut Pha ini, menjadi lambang negara sekaligus lambang raja. Bukan hanya itu, patung Krut Pha juga melambangkan resmi raja untuk setiap perusahaan, yayasan, badan hukum, organisasi, kebudayaan, dan kenegaraan yang terikat kontrak secara sah dengan Kerajaan Thailand.

Apa-apa yang terkait negara, tentu nggak diciptakan secara sembarangan atau iseng saja. Setiap titiknya memiliki makna dan filosofi hasil pemikiran para pendiri bangsa. Di 1 Juni ini, yuk kita ingat-ingat kembali butir-butir Pancasila sebagai dasar hidup bangsa kita.

LEAVE A REPLY