Telegram Diblokir: Ada Ajakan Gabung Teroris dan Bikin Bom

1
31
Telegram Diblokir: Ada Ajakan Gabung Teroris dan Bikin Bom

SERIBUU.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram karena dianggap memuat banyak konten soal radikalisme, salah satunya ajakan untuk membuat bom.

“Yang kita blokir itu pada aplikasi di web,” kata Menkominfo Rudiantara di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/7/2017). Pada web Telegram, pihaknya mendapati banyaknya konten yang terkait dengan terorisme. Rudi menyebut ada sekitar 700 halaman terkait konten tersebut.

BACA JUGA : Respons Orang Tua Saat Tahu Agus Jadi Perakit Bom Panci di Buahbatu

“Ada ajakan membuat bom, bergabung dengan organisasi teroris,” ujarnya.

Salah satu alasan beberapa kelompok radikal berpindah ke Telegram dikarenakan applikasi pesan itu susah terlacak.

“Fitur dari Telegram banyak, yang kami tutup versi web di komputer,” terangnya.Menurut Rudiantara, Kominfo sedang meminta telegram untuk menertibkan konten yang berbau radikalisme dan terorisme. Dia juga menegaskan pihak Telegram harus mematuhi aturan-aturan hukum yang ada di Indonesia.

“Kami sedang meminta mereka membuat SOP penyaringan materi radikalisme dan terorisme,” katanya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY