Ungkapan Arsene Wenger saat terluka

0
23

SERIBUU.COM – Arsene Wenger belum mengungkapkan alasan keputusannya meninggalkan Arsenal di akhir musim. Tapi Wenger terluka karena fans terpecah. Apakah fans jadi faktornya?

Musim 2017/18 dipastikan jadi yang terakhir bagi manager Prancis itu membesut The Gunners setelah 22 tahun lamanya. Wenger akhirnya akan pergi setelah didesak sebagian fans selama beberapa musim terakhir.

Meski tidak dipungkiri juga bahwa konsistensi Arsenal menurun sejak semusim lalu. Terlepas dari kegagalan juara Premier League dalam 14 tahun, Meriam London gagal finis empat besar untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.

Di musim ini pun, Arsenal berpotensi akan mengulang pencapaian buruk tersebut plus finis terendah sejak 1994/95. Mengingat Arsenal masih menempati urutan keenam klasemen dengan jarak enam poin dari Chelsea di atasnya, sementara tinggal mempunyai empat pertandingan sisa.

Saat ditanya apakah ada perasaan lega ketika dia mengakhiri eranya, Wenger menjawab: “Saya tidak lelah. Saya percaya bahwa klub ini dihormati di seluruh dunia, terlebih di Inggris. Fans kami tidak memperlihatkan citra persatuan yang saya inginkan di klub. Itu menyakitkan.”

“Saya rasa klub ini dihormati. Citra yang kami berikan dari klub kami bukan seperti itu dan saya tidak menyukainya. Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Saya pikir klub ini memiliki citra yang sangat baik dan bagi saya, ini sangat vital,” ungkap manajer berusia 68 tahun itu, yang dilansir Standard.

“Kita bisa berbicara dan berbicara dan berbicara. Olagraga adalah tentang kemenangan dan kekalahan dan Anda harus menerima kalau Anda akan mengalami berbagai kekalahan ketika tidak lagi di sini,” sambung Wenger.

“Saya tidak dendam dan saya tidak ingin membuat berita utama yang bodoh. Saya tidak dendam kepada fans. Saya hanya merasa kalau karakter saya menghalangi apa yang saya pikirkan tentang klub, yang lebih penting daripada saya. Itu saja yang ingin saya katakan. Tidak ada hubungannya dengan fans. Fans memang tidak bahagia dan saya bisa memahaminya. Itu pekerjaan saya. Saya harus menghadapi hal itu dan saya bisa menerimanya.”

LEAVE A REPLY