Kanker Baru Yang Bisa Timbul Dari Penyebaran Kanker Kulit Melanoma

0
25

SERIBUU.COM – Adara Taista, istri Rasyid Rajasa diketahui telah mengidap kanker ini hingga meninggal pada pekan lalu. Belum diketahui jenis melanoma apa yang ia idap selama setahun belakangan.

“Bisa jadi dia karena kulitnya terang, atau dulu waktu kecil ada paparan sinar matahari terus-menerus, bisa juga faktor genetik atau trauma. Trauma bisa disebabkan karena kaki yang terus tergosok dengan tanah (bertelanjang kaki) atau keseringan pakai sepatu yang nggak pas sampai tumbuh kutil yang nyeri di kaki,” tutur dr Putu Laksmi Angari Duarsa, SpKK dari RS Surya Husada Denpasar, Selasa (22/5/2018)

Sebagai kanker kulit terganas, melanoma memiliki beberapa stadium dari ringan hingga lanjut. Pada stadium lanjut, biasanya kanker ini menyebar ke organ -organ tubuh lainnya lewat darah atau kelenjar limfatik, yang disebut melanoma metastasis.

Begitu melanoma sekali menyebar, bisa jadi sulit untuk ditangani dan disembuhkan. Jika melanoma ditemukan, didiagnosis, dan ditangani sebelum menyebar, maka peluang hidup hingga 5 tahun ke depan bisa 100 persen, dikutip dari Health Line.

Berikut beberapa kanker baru yang bisa timbul dari penyebaran kanker kulit melanoma:

1. Paru-paru

melanoma002paru

Melanoma pada stadium lanjut dapat menyebar ke paru-paru, yang menyebabkan kanker paru-paru yang disebut primary pulmonary melanoma. Jenis kanker paru ini sangat langka, di mana penyebabnya masih belum diketahui dan faktor risikonya belum benar-benar dipahami.

“Tumor biasanya muncul dalam jumlah banyak yang mempengaruhi saluran pernapasan atau bronkus. Umumnya ditunjukkan lewat gejala dan tanda-tanda yang obstruktif, seperti nyeri dada, batuk, dan susah bernapas,” tulis situs DoveMed.

Kanker paru ini biasa ditemukan pada usia lanjut, sekitar usia 50-60 tahun dan lebih sering pada pria. Namun usia 29-80 tahun serta kedua gender juga masih diperhatikan, di mana tak ada grup etnis atau ras khusus yang tercatat mengalami kanker ini.

2. Mata

melanoma003mata

Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang menyerang sel melanosit. Sel melanosit juga terdapat pada mata yang memberikan warna pada iris mata. Nah, sel ini juga bisa terserang melanoma yang disebut melanoma okuler.

Kanker jenis ini bisa bermutasi menjadi tumor yang biasanya menempati iris (daerah berwarna di sekitar pupil) atau di bagian lain dari lapisan tengah mata, yang dikenal sebagai uvea atau saluran uveal.

Dikutip dari Health, meskipun melanoma okuler adalah jenis kanker mata yang paling umum, namun tingkat kejadinnya cukup rendah sekitar 5-6 orang per juta.

Kira-kira sekitar 50 persen pengidap melanoma okuler akan mengembangkan penyakit metastasis (penyebaran) dalam kurun waktu 15 tahun sejak diagnosis awal dan hingga kini belum ada obat bagi melanoma okuler metastasis.

3. Liver

melanoma004liver

Liver atau hati menjadi salah satu organ tempat penyebaran melanoma metastasis (merupakan melanoma pada stadium empat). Dan mereka yang terjangkit kanker hati biasanya juga pernah mengidap kanker melanoma okuler.

Dalam situs ocularmelanoma.org, disebutkan dari 50 persen pengidap melanoma okuler metastasis, lebih dari 90 persennya akan mengembangkan kanker hati.

“Penyebaran (melanoma metastase) pada otak, hati, dan tulang memiliki prognosa lebih jelek,” imbuh dr Galih Manggala SpKK, Selasa (22/5/2018).

4. Otak

melanoma005otak

“Kebanyakan orang yang punya kanker otak (sekitar 100.000 jiwa tiap tahunnya) memiliki kanker yang disebarkan dari salah satu bagian tubuh ke otak. Karena itu penanganan serta diagnosisnya sangat berbeda,” ungkap National Health Institute.

Kanker otak atau brain metastases merupakan komplikasi paling umum namun paling sulit ditangani dari melanoma. Sekitar 60 persen semua pasien melanoma stadium 3 atau 4 akan mengembangkan kanker otak ini.

Kanker otak ini sulit ditangani karena dalam pindaian, otak akan terlihat sama saja. Hal ini akibat dari melanosit yang timbul dari bagian yang sama dengan otak saat masih dalam embrio, sehingga otak bisa jadi merupakan tempat alamiah bagi tumor melanoma untuk tumbuh, dikutip dari Melanoma Foundation.

Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter dikabari mengidap melanoma stadium IV yang menyerang otaknya pada 2015 lalu. Dan hingga kini, kanker otak komplikasi melanoma selalu memiliki progonosa yang buruk dengan peluang hidup hanya sekitar 4-5 bulan.

LEAVE A REPLY