Rupiah Anjlok, 5 Kebiasaan Masyarakat Indonesia Ini Ternyata Juga Jadi Penyebabnya

0
42

Seribuu.com- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika terus melemah. Hari ini, Kamis (6/9/2018), rupiah mencapai Rp14.992 per 1 USD, sedikit turun dari hari Rabu (5/9/2018) yang tembus hingga Rp15 ribu. Banyak sekali faktor yang memengaruhi melemahnya rupiah, ada faktor eksternal dan internal.

Faktor eksternal antara lain perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, menguatnya kondisi ekonomi Amerika dan beberapa masalah krisis di Argentina, Turki, Iran dan Venezuela. Sementara faktor internal yaitu neraca transaksi Indonesia yang defisit dan beberapa masalah lain yang ternyata turut disebabkan oleh masyarakat kita sendiri.

1. Belanja online dari luar negeri
Apakah Anda termasuk orang yang sering belanja barang dari luar negeri melalui berbagai situs e-commerce seperti Amazon dan Ebay?

Kebiasaan itu membuat arus impor barang ke Indonesia bertambah besar dan menyebabkan neraca transaksi kita mengalami defisit.

2. Liburan ke luar negeri
Berlibur ke luar negeri mau tidak mau membuat Anda harus menukar uang rupiah dengan mata uang internasional khususnya dolar Amerika.

Jumlah dolar di Indonesia yang sedikit menyebabkan harganya tinggi. Ingatlah rumus ekonomi, makin banyak jumlah barang pasokan di pasar, makin murah pula harganya dan begitu juga sebaliknya.

3. Menyimpan dan dengan sengaja menahan dolar
Beberapa pengusaha Indonesia suka melakukan investasi dengan cara jual-beli valuta asing.

Saat harga dolar rendah, mereka membeli dolar dan menyimpannya lalu menunggu hingga harga dolar lebih tinggi lagi untuk memperoleh keuntungan.

4. Tidak merawat lokasi wisata dalam negeri
Memang kalau sekilas kita tak bisa langsung menghitung seberapa besar pengaruh potensi wisata terhadap nilai rupiah.

Namun, devisa negara salah satunya bersumber dari kegiatan pariwisata di Indonesia. Sebab kalau banyak tempat wisata yang menarik minat turis mancanegara, mereka akan datang ke Indonesia membawa dolar mereka.

5. Konflik masyarakat
Konflik masyarakat misalnya saja kejadian terorisme atau konflik jelang pemilu juga sangat berpengaruh.

Suatu negara yang dipenuhi konflik menyebabkan investor ragu untuk menanamkan modalnya di negara tersebut.

Kita sebagai masyarakat sebaiknya harus menghindari atau kalau bisa menghentikan konflik yang tengah terjadi agar Indonesia kembali menjadi negara yang ramah investasi.

LEAVE A REPLY