Kebudayaan Suku Dayak Yang Fenomenal

0
43

Seribuu.com-  Suku dayak merupakan suku asli kalimantan yang sangat terkenal sampai ke manca negara, suku ini terkenal dengan keunikan etnik dan budayanya, suku dayak dikenal sebagai suku yang memiliki warisan magis yang kuat, dari hal tersebut maka ilmu-ilmu spiritual menjadi salah satu simbol khas yang dimiliki oleh suku yang mendiami pedalaman tanah Borneo. Sebenarnya Kata Dayak sendiri diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan.

Orang-orang Dayak sendiri sebenarnya keberatan memakai nama Dayak, karena lebih diartikan negatif. Padahal, semboyan orang Dayak adalah “Menteng Ueh Mamut”, yang berarti seseorang yang mempunyai kekuatan gagah berani, serta tidak kenal menyerah atau pantang mundur. Dan berikut adalah penjabaran dari kekayaan yang dimiliki oleh suku dayak.

  1. Suku Masyarakat Dayak
    Suku Dayak terbagi dalam berbagai sub-suku yang kurang lebih jumlahnya berkisar 405 sub-suku. Akan tetapi, secara garis besar Suku bangsa Dayak terbagi dalam enam rumpun besar, yaitu Apokayan (Kenyah-Kayan-Bahau), Ot Danum-Ngaju, Iban, Murut, Klemantan, dan Punan. Suku Dayak Punan merupakan Suku Dayak yang dikenal  paling tua mendiami Pulau Kalimantan. Berikut beberapa suku Dayak yang mendiami Pulau Kalimantan.
  2. Bahasa Suku Dayak
    Suku Dayak seperti yang telah dijelaskan terdiri atas beragam sub-suku yang memiliki dialek bahasanya sendiri-sendiri. Secara ilmiah, ada lima kelompok bahasa yang dituturkan oleh masyarakat dayak, yaitu Barito Raya, Dayak Barat, Borneo Utara, Dayak Banuaka, Melayik. Selain itu, bahasa Indonesia juga sering digunakan.
  3. Kepercayaan Religi Suku Dayak
    Sebagaimana yang terjadi pada wilayah lain di Indonesia. Perubahan dalam masyakat hutan dimulai dari perubahan pada sudut pandang dan mistifikasi antara sistem keyakinan yang dimiliki oleh suku. Hal tersebut dapat ditelusuri melalui ekspresi budaya, seperti cerita-cerita rakyat, yang bergeser pada penceritaan lainnya, yang lebih impor. Misalnya, cerita rakyat di Timur Tengah, antara nabi-nabi yang disebut Samawi, entah yang beragama Islam atau Kristen, yang membentuk peristiwa dan menggeser mitos kosmos (alam semesta).
  4. Rumah Adat
    Rumah adat yang dimiliki oleh suku dayak adalah rumah Betang atau rumah Panjang yaitu merupakan rumah adat khas dari Kalimantan yang terdapat di berbagai penjuru Kalimantan, terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat pemukiman sku Dayak. Bentuk dan besar rumah Betang ini bervariasi di berbagai daerah. Ada rumah Betang yang panjangnya mencapai 150 meter dan lebar hingga 30 meter. Umumnya rumah Betang dibangun dalam bentuk panggung dengan rentang ketinggian tiga hingga lima meter dari tanah. Tingginya bangunan rumah Betang ini untuk menghindari datangnya banjir pada musim penghujan yang mengancam daerah-daerah di hulu sungai di Kalimantan.
  5. Tarian Tradisional
    Banyaknya suku dan subsuku Dayak menimbulkan beragamnya seni tari tradisional. Secara garis besar, berdasarkan vocabuler tari, bisa diklasifikasikan menjadi 4 kelompok. Sebagian besar tari Dayak adalah tari ritual dalam upacara sesuai dengan agama Kaharingan. Misalnya, tari Ajat Temuai Datai. Tarian ini sangat populer di kalangan masyarakat Dayak Mualang dan berfungsi sebagai upacara penyambutan terhadap pahlawan yang pulang mengayau.

    Di masa lalu, mengayau berarti pergi membunuh musuh, namun sekarang mengalami pergeseran makna. Mengayau berarti ‘melindungi pertanian, mendapatkan tambahan daya jiwa, dan sebagai daya tahan berdirinya suatu bangunan’. Selain tari-tarian diatas ada beberapa tari dari suku dayak seperti berikut:
    Tari Gantar, tarian ini menceritakan tentang orang menanam padi.Tari Kancet Papatai/Tari Perang, tarian ini menggambarkan seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya.
    Tari Kancet Ledo/Tari Gong, tarian ini menggambarkan kelemah-lembutan seorang gadis bagaikan sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup angin.
    Tari Kancet Lasan, Tarian ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan.
    * Tari Serumpai, tarian ini merupakan tarian dari suku Dayak Benuaq yang dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian ini diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
    * Tarian Belian Bawo, tarian ini berupa upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tarian ini sering disajikan pada acara-acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian dari suku Dayak Benuaq.
    * Tari Kuyang, tarian ini bermanfaat untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon besar dan tinggi agar tidak menggangu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.

  6.  Adat istiadat
    Salah satu tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Dayak adalah upacara adat naik dango. Naik dango adalah sebuah apresiasi kebudayaan masyarakat adat Dayak Kanayatn Kalimantan Barat yang rata-rata berprofesi sebagai petani. makna dari upacara adat naik dango bagi masyarakat suku Dayak Kanayatn adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Jubata (Tuhan) kepada Talino (manusia) karena telah memberikan padi sebagai makanan manusia.

    Ritual ini juga dijadikan sebagai media permohonan doa restu kepada Jubata untuk menggunakan padi yang telah disimpan di dango padi, agar padi yang digunakan benar-benar menjadi berkat bagi manusia dan tidak cepat habis. Selain itu, upacara adat ini sebagai pertanda penutupan tahun berladang dan sebagai sarana untuk bersilaturahmi untuk mempererat hubungan persaudaraan atau solidaritas.

LEAVE A REPLY