Modifikasi Knalpot Mengoptimalkan Kinerja Mesin

0
31
Modifikasi Knalpot Mengoptimalkan Kinerja Mesin

SERIBUU.COM – BAGI sebagian pemilik mobil yang suka modifikasi, knalpot menjadi satu bagian yang sering menjadi sasaran utak atik. Alat pembuangan gas dari sistem pembakaran mesin standar pun diganti agar tidak lagi standar. “Knalpot standar kurang gereget,” ujar Adi Setiawan.

Adi memasang knalpot racing pada mobil Suzuki Baleno keluaran 1997 miliknya. Anggota Komunitas Drag Racing Team (KDRT) Semarang dan Baleno Club Indonesia (BCI) Semarang itu lebih puas atas performa mobil berknalpot racing.

“Pakai knalpot bronk (knalpot racing), tarikan dan lari mobil jadi lebih kencang. Style-nya juga dapat, bentuk dan suaranya lebih oke. Saya suka touring bersama istri atau teman-teman, pakai mobil berknalpot bronk lebih mantap,” ujarnya.

Demikian juga yang diungkapkan Dani Setiawan. Warga Tembalang itu tidak puas pada knalpot standar yang terpasang pada mobil Daihatsu Sirion keluaran 2013 miliknya.

Saat ditemui, Dani berada di bengkel knalpot untuk mengganti knalpot mobil berwarna abu-abu itu dengan knalpot balap. Setelah mencoba empat buah knalpot, barulah dia menemukan yang cocok dan meminta montir untuk memasang.

Menurut Dani, suara knalpot menjadi pertimbangan utama karena dia tinggal di kompleks perumahan. Dia memilih yang suaranya bisa menyesuaikan kecepatan mobil agar tidak mengganggu tetangga saat melewati gang.

“Saya pengen pakai knalpot racing bukan karena suaranya. Saya pilih knalpot racing yang kalau mobil jalan pelan suaranya juga pelan. Pas mobil digeber, baru suaranya kenceng,” ujar pria yang berprofesi sebagai teller di BCA Pemuda, Semarang, itu.

Sebelum memutuskan memasang knalpot balap pada mobil barunya, Dani berkonsultasi pada teman-temannya yang lebih tahu. Terutama, mereka yang giat di komunitas mobil. “Mikir-mikirnya tiga bulan lebih, biar nggak kecewa setelah dipasang,” katanya.

Dani merogoh kocek Rp 1,1 juta untuk knalpot baru itu. Menurut dia, jumlah itu sebanding dengan apa yang didapat. “Saya memang butuh mobil yang lebih enak dipakai buat perjalanan jauh ke luar kota. Dua minggu sekali biasanya saya ke Jogja atau Wonosobo,” ujarnya.

LEAVE A REPLY