Gempa dan Tsunami di Palu Sampai Sekarang Telah Menewaskan 384 Jiwa

0
26

Seribuu.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, meningkat menjadi 384 orang.

Selain ratusan korban meninggal, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB), tercatat 29 orang hilang dan 540 luka berat.

Data tersebut merupakan pemutakhiran dari data yang sebelumnya dirilis BNPB pada pukul 10.00 WIB, yaitu 48 orang meninggal dunia dan 356 orang luka-luka.

Saat ini, baru separuh dari jumlah korban meninggal yang berhasil diidentifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Polri masih terus berupaya mengidentifikasi seluruh korban.

Menurut Sutopo, jumlah korban tersebut masih akan bertambah. Sebab, hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan. Namun demikian, belum seluruh daerah terjangkau petugas.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru P menjelaskan bahwa penyebab tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah karena adanya longsor dasar laut. Longsor dasar laut itulah yang kemudian membawa komponen tanah atau pasir sehingga air laut di Teluk Palu berbeda dengan air di Donggala.

“Air laut di Teluk Palu lebih keruh dibanding di Donggala, makanya waktu tsunami kelihatan airnya agak kekuningan,” ujarnya. Sukmandaru menambahkan, banyaknya aliran sungai-sungai di Palu yang bermuara ke laut dan membawa komponen pasir dan tanah, juga mengakibatkan tanah itu mengendap di dasar laut.

BACA JUGAPenyebab Terjadinya Tsunami di Donggala, dan Data-Data Terkini Korban serta Kerusakan akibat Gempa-Tsunami Palu

Sejak gempa mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02, sejumlah gempa susulan terus terjadi di kawasan tersebut hingga Jumat malam. Tercatat, setidaknya ada 13 gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 5 sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.26 WIB.

LEAVE A REPLY