Penyebab Terjadinya Tsunami di Donggala, dan Data-data Terkini Korban serta Kerusakan akibat Gempa-Tsunami Palu

1
42

SERIBUU.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, dipicu longsoran sedimen di dasar laut. Longsor itu disebut terjadi akibat gempa 7,4 SR yang mengguncang Donggala.

“Kenapa tejadi tsunami cukup besar, kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa ahli tsunami ada 2 penyebab. Pertama, di Teluk Palu, yang kalau berdasarkan video tsunami menerjang cukup tinggi, ini disebabkan ada longsoran sedimen dasar laut kedalaman 200-300 meter,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Sedimen itu dibawa dari sungai yang bermuara di Teluk Palu. Sutopo mengatakan sedimen tersebut belum terkonsolidasi dengan kuat sehingga saat diguncang gempa terjadi longsor.

“Ketika diguncang gempa 7,4 SR akhirnya runtuh, longsor, dan membangkitkan tsunami. Kalau dilihat video Pantai Talise, tsunami awal itu airnya jernih, tetapi kemudian datang dari laut bergelombang dan naik-turun airnya kondisinya keruh. Menurut analisis ahli, itu kemungkinan dipicu longsoran di dasar laut,” ucapnya.

Kedua, bagian luar disebabkan gempa lokal. Tinggi tsunami tidak sebesar akibat longsoran dibawah laut.

“BNPB sudah berkoordinasi untuk segera mengirimkan para ahli tsunami untuk menganalisis lebih jauh menghitung tinggi tsunami,” jelasnya.

Gempa berkekuatan 7,4 SR di Donggala, Sulawesi Tengah, yang disusul tsunami di Kota Palu menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Selain itu, ribuan rumah rusak. Ini data sementara.

1. Jumlah Korban Meninggal dan Luka

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan data sementara jumlah korban meninggal dunia pada Sabtu (29/9/2018) pukul 10.00 WIB sebanyak 48 orang. Sedangkan korban luka 325 orang.

“Ini data sementara dan masih bisa terus bertambah,” ujar Sutopo di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Berikut ini rincian korban meninggal dunia yang berada di rumah sakit:

– RS Woodward Palu: 2 meninggal dunia, 28 luka

– RS Budi Agung Palu: 10 meninggal dunia, 114 luka

– RS Samaritan Palu: 6 meninggal dunia , 54 luka

– RS Undata Palu: 30 meninggal dunia, 160 luka

Dari total korban meninggal itu, paling banyak disebabkan gempa. Untuk korban akibat tsunami saat ini masih dalam pendataan.

2. Bangunan Rusak

Selain korban jiwa, gempa dan tsunami di Donggala menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Salah satunya Jembatan Kuning, yang menjadi ikon Kota Palu.

Berikut ini informasi sementara terkait bangunan yang rusak:

– Pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura Jala Emy Saelan, ambruk.

– Hotel Roa Roa berlantai 8 di Jalan Pattimura rata dengan tanah. Di hotel terdapat 76 kamar dari 80 kamar yang terisi oleh tamu.

– Arena Festival Pesona Palu Nomoni, yang terdapat puluhan hingga ratusan orang pengisi acara.

– Rumah Sakit Anutapura yang berlantai empat di Jalan Kangkung, Palu, roboh.

– Jembatan Kuning Ponulele roboh diterjang tsunami.

– Jalur trans Polo-Poso-Makassar tertutup longsor.

3. Bandara

Bandara di wilayah Palu juga mengalami kerusakan, dari runway hingga tower. Bandara ditutup untuk penerbangan komersial. Berikut ini datanya.

Baca juga: Runway Bandara Palu Retak, Tower Runtuh dan Pemancar Rusak

-Bandara Mamuju: Terjadi kerusakan di bangunan tower namun masih berfungsi
– Bandara Toli-Toli: Normal
– Bandara Poso: Normal
– Bandara Luwuk Bangai: Terjadi pergeseran tiang tower namun masih berfungsi.

4. Wilayah Terdampak

Sejumlah kecamatan di Donggala dan Palu diperkirakan terkena dampak paling parah akibat gempa. Kecamatan yang diperkirakan terdampak parah akibat gempa adalah Balaesang Tanjung, Banawa, Banawa Selatan, Banawa Tengah, Labuan, Sindue, Sindue Tombusabora, dan Sindue Tobata.

Sedangkan wilayah terdampak paling parah akibat gempa dan tsunami di Palu adalah Mantikulore, Palu Barat, Palu Selatan, Palu Timur, dan Ulujadi.

5. Bantuan

Sejumlah kementerian dan lembaga negara bergerak untuk mengirimkan bantuan ke lokasi bencana. Begitu pun pihak TNI/Polri. Berikut ini bantuan yang dikirim.

– TNI dan Polri
a. Mengerahkan pasukan untuk membantu penanganan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu
dan Donggala.

b. TNI menggerakan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130.

c. Mengirimkan Heli Superpuma TNI AU dari Makassar dengan membawa peralatan navigasi
portabel.

d. Polri juga akan menggerakkan personil, logistik, peralatan dan obat-obatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat.

-Kementerian ESDM: melakukan pemetaan dampak (kerusakan bangunan, pergerakan dan retakan tanah, longsoran), mengidentifikasi karakteristik tanah, memberikan rekomendasi teknis, dan melakukan sosialisasi.

– Kementerian Komunikasi dan Informatika: melakukan penanganan dalam upaya pemulihan jaringan telekomunikasi.

– Kementerian Sosial: mengerahkan Tagana ke lokasi kejadian.

– Kementerian Perhubungan: mengirimkan personel dan peralatan untuk melakukan inspeksi runway dan perbaikan darurat sarana dan prasarana bandara.

– Kementerian Kesehatan
a. Mengirimkan tim medis dan menyiagakan Puskesmas di lokasi kejadian
b. Tim Kementerian Kesehatan berangkat ke Palu bersama Dinas Kesehatan Sulawesi Barat dan Dinas Kesehatan
Sulawesi Selatan

– PLN
a. PLN Regional Sulawesi saat ini mobilisasi tim dan logistik (material, makanan dan minuman) berbagai penjuru alternatif.
b. Alternatif dr Manado, Gorontalo, dan Mamuju.
c. Tim mulai pagi ini melakukan investigasi GI dan transmisi.
d. Manajemen PLN berkoordinasi untuk penyiapan material.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY