Bermain Media Sosial Sebelum Tidur Bisa Mengakibatkan Efek Insomnia

0
26

Seribuu.com – Sebelum menyimak terlalu jauh ada baiknya kalau kita mengenal terlebih dahulu apa itu insomnia. Menurut wikipedia insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu.

Sering kita mendengar kalimat “insomnia itu penyakit”, apakah insomnia itu benar-benar sebuah penyakit? Apa penyebab terjadinya insomnia? begadang yah benar begadang lah yang menyebabkan insomnia itu diderita seseorang. Lalu, apa penyebab orang-orang untuk begadang? Ngecek media sosial seperti Instagram, Twitter atau Line pada saat sebelum tidur pastinya, ketika awalnya niat tidur dan mau cek media sosial dulu, berakhir jadi nggak ngantuk dan malah keterusan stalking si doi. Bahkan lebih buruk lagi, berakhir jadi begadang.

Menurut sebuah penelitian, ada sebuah hubungan kuat antara penggunaan media sosial dengan gangguan waktu tidur. Penelitian ini telah dibuktikan kebenarannya setelah menguji hasil waktu yang dihabiskan seorang siswa untuk bermain media sosial yang ternyata lebih banyak dari waktu tidurnya. Kalau kebiasaan seperti ini, kamu bisa terkena resiko insomia tiga kali lipat loh.

BACA JUGA : 5 Pasangan Hollywood Ini Bukti Beda Usia Puluhan Tahun Bukan Halangan

Media sosial bisa berimbas kepada gangguan tidur karena ketika kita bermain smartphone, tanpa kita sadari otak akan merasa segar dan menjadi lupa kalau ini waktunya untuk tidur atau istirahat. Media juga menstimulasi otak agar merasa cemas dan sangat ingin tahu apa yang terjadi. Hal ini ditambah dengan pancaran sinar dari layar ponsel kita yang meniru sifat alami matahari membuat otak secara otomatis memberi sinyal ke tubuh kalau keadaan masih pagi dan membuat produksi hormo melatonin yang membuat kita mengantuk jadi terganggu. Singkatnya, berjam-jam bermain handphone sebelum tidur akan membuat Anda bertambah semangat sehingga Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk akhirnya bisa terlelap.

Batasi jumlah waktu yang Anda habiskan di media sosial setiap harinya dengan menggunakan alarm atau stopwatch untuk mengontrol penggunaan sosial media. Ketika Anda terbiasa untuk membatasi waktu yang digunakan di media sosial Anda telah mengatur diri sendiri untuk tidak ketergantungan terhadap sosial media atau memakan makanan yang mengandung serotonin.

Zat serotonni tersebut dapat membantu agar tubuh kita menjadi rileks dan tenang, contoh makanan yang mengandung zat serotonin seperti susu atau coklat.

LEAVE A REPLY