Menengok Perjuangan Keras Jeff Bezos, Manusia Rp 2.431 Triliun

0
10

SERIBUU.COM – CEO Amazon, Jeff Bezos telah secara resmi menjungkalkan pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai orang terkaya di Amerika Serikat (juga dunia) versi Forbes. Gates sebelumnya telah menjadi orang terkaya di Negeri Paman Sam selama 24 tahun.

Bezos kini berada di posisi puncak dengan kekayaan sebesar USD 160 miliar, atau sekitar Rp 2.431 triliun. Sedangkan Bill Gates berada di posisi kedua dengan kekayaan sebesar USD 97 miliar.

Namun, Bezos harus melewati perjalanan panjang sebelum menjadi orang terkaya di AS dan juga dunia. Ia berjuang sangat keras hingga berhasil membawa Amazon sebagai perusahaan yang mencapai market cap sebesar USD 1 triliun.

Seperti dilansir dari Forbes, Jumat (5/10/2018), ia awalnya mendirikan Amazon.com dari garasinya di kota Seattle, Amerika Serikat pada 3 April 1995. Saat itu Amazon hanya merupakan penjual buku secara online.

Baru tiga tahun kemudian, pada tahun 1995, Bezos mulai menjual CD. Ia terus menambahkan produk-produk baru untuk dijual oleh Amazon, seperti mixer beton dan pendeteksi asap pada tahun 1999 serta skuter elektrik, raket tenis, dan 700 macam keju pada tahun 2003.

Tahun 2005, Amazon mulai menjual layanan seperti Amazon Prime yang memberikan layanan pengiriman dua hari secara gratis hanya dengan membayar biaya tahunan sebesar USD 79. Amazon juga meluncurkan layanan Mechanical Turk yang merupakan online marketplace yang mencocokkan manusia dengan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh komputer.

Setahun kemudian, pada tahun 2006, Amazon meluncurkan Amazon Web Service (AWS) yang menyediakan layanan untuk bisnis yang ingin menyewa penyimpanan database. Layanan ini merupakan salah satu bisnis Amazon yang paling populer, karena merupakan platform komputasi pilihan banyak startup yang beroperasi di Silicon Valley.

Tidak hanya mengembangkan layanan, Amazon juga melebarkan sayap ke sektor hardware. Pada bulan November 2007, Amazon merilis tablet e-reader Kindle yang langsung habis terjual dalam 5,5 jam. Amazon pun merilis penerusnya, Kindle Fire pada tahun 2011.

Untuk memperkuat ekosistem bisnisnya, Bezos pun mengakuisisi beberapa perusahaan. Pada bulan Januari 2008, Amazon mengakuisisi perusahaan audiobook, Audible sebesar USD 300 juta. 1,5 tahun kemudian, Amazon membeli retailer e-commerce Zappos dengan saham senilai hampir USD 1 miliar.

Sedangkan akusisi Amazon terbesar saat ini adalah ketika mereka membeli jaringan supermarket Whole Foods pada Agustus 2017 dengan nilai sebesar USD 13,6 miliar yang dibayar secara tunai.

Tidak puas hanya bermain di sektor retail, Amazon kemudian mengakuisisi PillPack sebesar USD 1 miliar. PillPack sendiri merupakan startup yang bekerja dengan apotek untuk mengirimkan obat-obatan yang diresepkan secara pribadi ke rumah pengguna.

Dengan pencapaian sebesar ini, Bezos tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan berhenti. Dalam wawancara dengan Forbes pada Agustus 2018, Bezos mengatakan ukuran pasar masih sangat besar untuk dikuasai.

Untuk itu, Bezos selalu memegang filosofi bahwa ia selalu menjalankan perusahaannya seolah-olah masih di hari pertama bisnis. Ia pun selalu mengingatkan pemegang sahamnya tentang filosofi ini dengan melampirkan salinan surat pemegang saham pertama yang ia tulis pada tahun 1997.

“Namun, seperti yang telah kami katakan, penjualan buku online, dan perdagangan online pada umumnya, terbukti sebagai pasar yang sangat besar,” tulis Bezos dalam suratnya di tahun 1997.

“Kami merasa senang dengan apa yang telah kami lakukan, dan bahkan lebih bersemangat dengan apa yang ingin kita lakukan,” sambungnya.

LEAVE A REPLY