Apakah Mungkin Dolar AS Bisa Turun Di Bawah 15.000 Lagi?

2
49

SERIBUU.COM – Dolar mengkonsolidasikan kenaikan baru-baru ini diatas awan di dekat level tertinggi tiga pekan, didorong penguatan imbal hasil US Treasury dan karena euro merosot akibat kekhawatiran berkepanjangan tentang defisit anggaran Italia, dan hal tersebut berdampak pada nilai tukar mata uang. Dolar Amerika Serikat (AS) hari ini masih kuat di level Rp 15.200. Jika dilihat dolar AS terhadap rupiah sudah 12 hari bertengger di atas level Rp 15.000.

Menurut para analis, dalam waktu sepertinya sulit dolar AS bisa kembali lagi ke level di bawah Rp 15.000. Mata uang Paman Sam itu memang tengah dalam tren penguatannya bukan hanya terhadap rupiah tapi juga mata uang lainnya.

BACA JUGA : Siapa Lebih Kece ! Gadis Kecil Ini Mencoba Menirukan Gaun Artis

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menilai tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Mengingat bank sentral AS The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya hingga akhir tahun. Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta juga melihat hal yang sama bahwa rupiah masih sulit untuk menguat di bawah Rp 15.000. Sebab Bank Indonesia (BI) sang penjaga moneter sepertinya sudah beberapa kali mengeluarkan jurusnya dengan menaikkan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate. Tekanan terhadap rupiah juga sepertinya masih akan berlanjut sampai tahun depan. Mengingat The Fed berencana menaikkan suku bunga acuannya lagi di tahun depan sebanyak 3 kali.

Namun tekanan itu bisa direda asalkan pemerintah bisa mengatasi lebarnya defisit transaksi berjalan. Lalu menggunakan instrumen kebijakan yang mampu mendatangkan investasi seperti relaksi perpajakan.

Nafan memprediksi, dolar AS di tahun depan akan bergerak dalam rentang resistance Rp15.640 dan support Rp14.425.