Kopilot Lion Air yang Jatuh Seharusnya Tak Terbang ke Pangkal Pinang

1
12

Seribuu.com Kopilot Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang, Harvino, ternyata awalnya tak punya jadwal terbang dari Jakarta ke Pangkal Pinang. Rekan Harvino yang juga pilot Lion Air, Yelal F mengungkapkan di hari kecelakaan, korban seharusnya melayani penerbangan rute Jakarta-Malang.

Mendadak jadwalnya berubah karena kopilot JT 610 yang seharusnya terbang belum memiliki lisensi. Harvino akhirnya berpindah penerbangan untuk melayani rute Jakarta-Pangkal Pinang.

BACA JUGA : Banting Harga Tiket Lion Air, Jakarta-Singapura Cuma Rp150 Ribu

“Banyak yang yang belum memiliki lisensi untuk Boeing jenis Max ini. Inikan (Max) model terbaru Boeing, sebelumnya tipe NG (Next Generation),” kata Yelael yang pernah satu sekolah bersama korban di Sekolah Penerbang Avindo Angkasa.

Pesawat jenis Boeing tipe Max, lanjutnya, adalah keluaran terbaru Boeing. Tipe ini diklaim memiliki spesifikasi lebih modern dan merupakan penyempurnaan dari generasi sebelumnya (Boeing 737-NG).

“Lebih canggih fitur-fiturnya, lebih efisien hemat bahan bakar, sistem navigasinya sudah full,” ucap dia.

Sepengetahuannya, Yelal baru 60 persen pilot di Lion Air yang punya lisensi menerbangkan Boeing 737 Max.

“Memang ada training untuk upgrade ke Max, dan Harvino sudah memiliki. Jadi karena itu dia berubah jadwal,” ucapnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY