Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Diusir Secara Sepihak

1
21

Seribuu.com – Kurang lebihnya sebanyak 50 keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP diusir dari Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur. Sebab, Lion Air tak lagi membayar sewa penginapan mereka.

“Kami (diminta) check out pukul 12.00 WIB,” Neis Marfuah, kata salah satu keluarga korban Lion, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 23 Januari 2019.

Tapi, Neis belum mau beranjak. Wanita asal Bandung, Jawa Barat, itu baru akan keluar bila pihak Lion Air datang ke hotel untuk memproses masalah mereka.

Neis menerima selembaran pemberitahuan dari Lion Air untuk meninggalkan hotel. Surat itu menyebutkan sekitar 50 keluarga korban Lion Air yang menunggu 64 jenazah yang belum teridentifikasi akan dipindahkan ke posko (hotel) lain.

BACA JUGA : Makanan yang Baik Untuk Asam Lambung

Pernyataan dalam surat itu dinilai Neis tidak logis, pasalnya setelah keluar dari hotel tidak diberitahu tujuan ke mana. Ia ingin diberitahu dulu posko mana yang akan dituju.

“Tentukan dulu kami harus check in di mana, kalau memang mereka mengatakan posko mau dipindahkan. Jangan bilang nanti kami kasih tahu di mana akan check in. Tetapi kami dipulangkan begitu saja,” tegas perempuan asal Bandung itu.

Keluarga korban lain bermana Yoke mengaku akan keluar dari hotel, jika hak-haknya sudah terpenuhi. Diketahui, suaminya bernama Rudolf Petrus Sayers menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP tersebut.

Yoke mengaku jasad suaminya sudah teridentifikasi. Namun, hak asuransi belum didapatkannya hingga saat ini.

“Kalau pun mereka belum selesaikan urusan dengan keluarga korban jangan keluarkan kita dari sini. Kalau keluarin berikan duit jaminan. Nanti terserah kami tinggal di mana,” tandas perempuan asal Manado itu.

Neis masih menunggu jasad puterinya bernama Fifian Hasna Afifah yang jasad belum ditemukan. “Kemarin kan ada tulang belulang ditemukan dan sedang diidentifikasi. Katanya dua sampai tiga minggu. Kita menunggu hasil identifikasi itu,” pungkas Neis.

Keluarga korban berharap untuk segera memenuhi hak hak korban dari pihak Lion Air. Hak pertama, jasad 64 korban teridentifikasi. Kemudian, hak asuransi dibayarkan. “Setelah itu kami pulang. Kami juga tidak ingin berlama-lama di sini,” ujarnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY