Masih Banyak Dilakukan Orangtua, Ini Konsekuensi Hukuman Fisik pada Anak, Bahayakan Masa Depan

1
10

Seribuu.com – Masih manyak orangtua yang menggunakan hukuman fisik dengan dalih mendisiplinkan anak.

Hukuman fisik tentu saja tidaklah efektif.

Bukannya membuat anak makin disiplin, tapi malah sebaliknya menghukum anak secara fisik dapat menyebabkan kerusakan bertahun-tahun baik pada anak laki-laki maupun perempuan.

Meskipun demikian, masih banyak orang tua yang beranggapan hukuman fisik merupakan cara terbaik untuk mendidik atau memperbaiki perilaku buruk anak-anak mereka.

Hukuman fisik termasuk memukul, mencubit, mencabut rambut, atau bahkan pemukulan yang lebih berat.

Hukuman Fisik atau Pelecehan Fisik?

Hukuman fisik dan pelecehan fisik hanya beda tipis.

Keduanya ditandai degan perilaku kekerasan terhadap seorang anak atau remaja dalam upaya mendapatkan kembali kendali atas mereka.

Hukuman fisik didefinisikan sebagai keinginan untuk menciptakan kenangan atau pengalaman yang menyakitkan bagi anak tanpa menyebabkan cedera, sehingga mereka tidak akan mengulangi perilaku buruk apa pun yang mereka lakukan sebelumnya.

Sementara pelecehan fisik biasanya menimbulkan cedera fisik, yang sering kali disengaja.

BACA JUGA : Selebriti Ji Sung dan Lee Bo Young Sambut Kelahiran Anak Kedua

Pelecehan fisik bisa jadi merupakan hasil terusan hukuman fisik yang berlebihan.

Jenis hukuman ini menyebabkan serangkaian masalah kesehatan mental dan emosional pada usia muda.

Konsekuensi hukuman fisik

Meskipun banyak kampanye dilakukan untuk mengakhiri hukuman fisik, masih saja banyak orangtua yang menerapkannya.

Alasannya termasuk agar anaknya segera sadar dan berperilaku sesuai perintah orangtua.

Para orangtua tersebut tak sadar bahwa caranya mendidik bukanlah strategi yang efektif untuk mengajarkan aturan atau norma perilaku jangka panjang.

Berikut beberapa konsekuensi dari memberikan hukuman fisik untuk anak.

  • Merusak harga diri. Hukuman fisik membuat anak rentan terhadap rasa tidak aman, takut, lalu menarik diri dari lingkungan sosial.
  • Membatasi otonomi anak. Hukuman fisik mengajarkan anak untuk selalu tunduk pada perintah orangtua.
  • Merusak perkembangan emosional, membuat perasaannya sakit, sedih, dan gelisah.
  • Hukuman fisik menciptakan penghalang komunikasi antara orang tua dan anak-anak. Ingat, kondisi ini dapat bertahan hingga dewasa.
  • Dapat memicu perasaan ditinggalkan, kesepian, dan kurangnya kasih sayang.
  • Menghambat pengembangan keterampilan sosial untuk mengatasi konflik.
  • Hukuman fisik mengarah pada perilaku agresif atau kekerasan terhadap teman.
  • Mengganggu proses belajar anak. Hukuman fisik menurunkan kreativitas serta kecerdasan emosional.
  • Hukuman fisik memperburuk kesehatan mental dan kapasitas kognitif anak.
  • Mengajarkan anak untuk melihat kekerasan sebagai metode yang tepat untuk menyelesaikan konflik.

Jadi, banyak anak yang orangtuanya secara fisik menghukum mereka juga melakukan kekerasan.

Selain itu, saat anak sudah dewasa nantinya, mereka percaya bahwa hukuman fisik adalah hal yang baik dan mereka akan menerapkan metode ini pada anak-anaknya.

– Menyebabkan masalah perilaku dalam masyarakat (perusakan, pencurian, pembangkangan sipil, vandalisme).

Konsekuensi lain hukuman fisik

Penelitian menunjukkan bahwa para korban hukuman fisik ini sering menjadi pelaku kekerasan.

Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka akan dihadapkan dengan konflik dan satu-satunya cara penyelesaian yang mereka tahu hanyalah kekerasan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa hukuman fisik menjadi alasan utama beberapa anak mulai menggunakan dan menyalahgunakan zat terlarang, seperti narkoba dan alkohol.

Resiko lainnya bisa memengaruhi kepribadian, suasana hati, dan kualitas tidur mereka.

Menghukum anak secara fisik mengganggu perkembangan emosi dan psikologis mereka, karena itu Moms harus mencari metode lain untuk meningkatkan hubungan orangtua dengan anak-anak.

Ajari mereka menggunakan cinta dan kesabaran, bukan kekerasan dan rasa takut.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY