Ramai Pembicaraan Tebing Pura Uluwatu Bali Retak, Ternyata Hoax

0
20

Seribuu – Foto retakan di tebing Pura Uluwatu, Bali, bikin heboh media sosial. BPBD Provinsi Bali memastikan retakan itu sudah lama dan sudah pernah ditambal.

Foto yang beredar itu diambil dari ketinggian dan menunjukkan Pura Uluwatu dilihat dari sisi atas. Terlihat sisi retakan tebing dilingkari dan diberi tanda tanya ‘Pura Uluwatu retak??’.

Plt Sekretaris BPBD Provinsi Bali Made Rentin seizin Kalaksa BPBD Provinsi Bali menjelaskan retakan tersebut sudah lama.

“Info dari jero gede (pemangku) bahwa retakan itu sudah lama, tetapi tidak diketahui penyebabnya. Jika mau tahu secara detail, perlu dilakukan penelitian dan pengkajian mendalam oleh pihak berkompeten (geologi),” kata Made Rentin ketika dimintai konfirmasi, Rabu (9/1/2019)
.

Made mengatakan, berdasarkan keterangan dari pemangku Pura Uluwatu, tak ada tambahan peregangan pada retakan tersebut. Dia pun yakin Pura Uluwatu masih aman dikunjungi.

BACA JUGA : Berniat Amal Wanita Bernama Diana Ini Jual Mie Ayam di Jakarta Hanya Rp 5 Ribu

“Retakan ini bukan baru atau dengan kata lain sudah lama seperti ini, tidak ada pergerakan dalam arti tambah renggang, sehingga Astungkara aman, kata jero gede (mangku),” terangnya.

Made menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihak pemerintah daerah sudah melakukan penambalan pada celah tebing tersebut. Namun masih ada sejumlah titik yang kurang ditambal sehingga retakan tersebut masih terlihat jelas.

“Langkah sudah pernah diambil oleh pihak Pemkab Badung, dengan melakukan penambalan pada celah retakan itu, di saat masa kepemimpinan AA Gde Agung dengan Sudikerta (eks Wagub Bali), mulai ramai diperbincangkan karena ada penataan sehingga kelihatan ada beberapa titik yang masih menganga (mungkin terlewat) saat penambalan dulu,” terangnya.

Made mengimbau para pengunjung yang datang ke Pura Uluwatu agar tetap waspada. Dia juga memastikan hingga saat ini tak ada pembatasan jumlah pengunjung ke Pura Uluwatu.

“Pembatasan pengunjung mungkin tidak, karena Bali ibarat magnet sangat sulit membatasi apalagi melarang mereka untuk berkunjung, mungkin lebih kepada imbauan agar semua pengunjung lebih berhati-hati dan tetap menjaga kewaspadaan, khususnya kepada pemendek menjelang pujawali angara kasih medangsia (15/1) yang akan datang,” pesannya.

Made menuturkan perbaikan tebing tersebut berada di kewenangan Pemerintah Kabupaten Badung sebagai stakeholder terkait. Dia berharap kajian antara Pemkab Badung dan pakar geologi bisa menekan keretakan tebing Uluwatu tersebut.

“Rencana ke depan, tentu OPD terkait (Dinas PUPR Prov Bali) akan berkoordinasi dengan Pemkab Badung, karena secara kewenangan berada di bawah Pemkab Badung. Mungkin perlu bersinergi dengan pihak yang berkompeten untuk dikaji faktor geologi dan kondisi serta kekuatan bebatuan di sana, untuk bisa diambil langkah dan tindakan yang tepat,” tuturnya.
(ams/asp)

LEAVE A REPLY