Mitos Odol & Mentega Bisa Sembuhkan Luka Bakar, Faktanya?

1
7

Seribuu.com – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, luka bakar menyebabkan sekitar 195.000 jiwa meninggal di Indonesia setiap tahun. Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan (Kemkes) 2013 mencatat, luka bakar menempati urutan keenam penyebab cedera tidak disengaja (unintentional injury) dengan tingkat prevalensi 0,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Riset Kemkes tersebut juga menekankan anak-anak usia 1-4 tahun menjadi kelompok umur yang paling rentan terkena luka bakar dengan tingkat prevalensi sampai 1,5 persen.

Dokter spesialis bedah plastik, dr Aryanto Habibie, SpBP-RE, menyatakan, saat seseorang mengalami luka bakar, banyak yang salah kaprah dalam penanganan pengobatannya. Seperti mengoleskan odol, mentega, tepung dan sebagainya. Hal tersebut lanjut dr Ari, malah memperparah luka bakar tersebut.

“Bayangkan kalo minyak dioleskan ke daging, bisa matang kan? Ibaratnya luka bakar kalau dioles mentega jadi tambah parah. Banyak kasus pasien luka bakar tingkat lanjut yang justru berawal dari luka bakar ringan yang disepelekan ataupun tidak ditangani dengan tepat,” kata Aryanto, di sela acara talkshow “Aksi Nyata untuk Luka Bakar Anda”, di Watson Jakata, belum lama ini.

BACA JUGA : Wisata Kuliner ke Vietnam

Saat seseorang terkena luka bakar, step penanganannya harus langsung diredakan dengan ice gel atau dikucurkan dengan air yang mengalir. Kemudian, setelah itu pasien juga bisa mengoleskan sesuatu yang moist untuk mempercepat regenerasi jaringan-jaringan sebagai proses penyembuhan.

“Apa pun yang dioleskan tetapi tidak melakukan proses penyembuhan dan jika tidak steril dapat memperbesar luka dan mendapatkan infeksi,” kata dia.

Dia menjelaskan bahwa penatalaksanaan awal yang tepat dapat memengaruhi hasil akhir dari si luka. Dalam artian, meninggalkan bekas luka atau tidak.

“Nanti itu akan menentukan sembuh dengan baik atau tidak. Kalau awal lukanya mengering hasil akhirnya nanti bisa jadi trademark atau keloid. Luka bakar yang baik adalah yang moist untuk mencapai penyembuhan yang baik. Ini harus diperhatikan, karena dapat memengaruhi, kualitas hidupnya akan terganggu, kalau cacat dibawa sampai besar,” lanjut dia.

Salah satu salep luka bakar yang dapat mempercepat regenerasi jaringan kulit adalah Webo produksi Combiphar. Produk ini telah digunakan oleh para dokter di Indonesia untuk menangani luka bakar dan luka lainnya. Produk ini mengandung bahan alami seperti rimpang coptidis, batang phellodendri, akar scutellariae, minyak wijen dan beeswax.

Sementara, VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto, menyatakan, Combiphar melalui Mebo peduli akan penanganan luka bakar tahap awal, dengan mengedukasi masyarakat khususnya para ibu.

“Kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para ibu mengenai pertolongan pertama luka bakar di rumah. Selain itu, kami juga mendorong keluarga Indonesia untuk selalu sedia Mebo, salep luka bakar, sebagai bagian P3K di rumah mereka,” kata Weitarsa Hendarto.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY