Wisata Kuliner, Ada Lagi Sentra Durian di Jakarta Selain Kalibata

0
18

SERIBUU.COM –┬áDua dasawarsa silam, ketika pemerintahan Orde Baru masih berkuasa, sebuah kedai kecil di bilangan Mangga Besar telah menjual aneka jenis durian Nusantara. “Kedai durian pertama berdiri saat zaman Suharto sekitar tahun 1994. Ketika itu, jumlah penjualan antara 60-100 buah per hari,” kata Hengki, pengelola lapak Durian Acin di Mangga Besar, Jakarta Barat, Senin 8 Juli 2019.

Durian Acin merupakan kedai durian legendaris yang menjadi cikal bakal julukan Mangga Besar sebagai sentra kuliner durian di Jakarta Barat. Ketika awal berdiri, kedai Durian Acin hanya berjumlah satu unit. Seiring waktu, jumlah kedai ini bertambah menjadi tiga unit dengan angka penjualan durian mencapai 500 sampai 600 buah per hari.

BACA JUGA : “Menang Pilpres, Jokowi Banjir Ucapan Selamat dari Pemimpin Dunia di KTT G20”

“Beberapa karyawan yang dulu pernah bekerja di sini berhasil membuka kedai sendiri. Mereka berjualan di sepanjang jalan Mangga Besar,” ujar Hengki. Durian yang dijual di kawasan Mangga Besar tersebut sebagian besar berasal dari Pulau Sumatera, yakni Medan, Padang, Palembang, dan Bengkulu.

Geliat ekonomi penjualan durian dimulai pukul 17.00 hingga 02.00. Orang awam, pejabat, sampai wisatawan mancanegara kerap berwisata kuliner di sini. “Ahok sering datang ke sini, biasanya saat awal bulan. Pak Sutiyoso juga biasanya datang dua kali sebulan,” ucap Hengki.

Untuk rasa, pembeli lebih menyukai durian yang bercita rasa manis sedikit pahit. Adapun harga durian yang ditawarkan sebanding dengan kualitas daging dan rasanya, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per buah. Jika tak suka aroma khas durian yang menyengat, penjual menyediakan sarung tangan plastik dan air mineral di setiap meja, termasuk ember tempat meletakkan biji buah durian.

Seorang pembeli Durian Acin, Vina mengatakan sering membeli durian di kawasan Mangga Besar ini karena rasanya manis dan terbilang murah. “Kalau durian yang dibeli enggak manis, bisa ditukar tanpa membayar lagi,” kata perempuan asal Bandung, Jawa Barat, ini.

LEAVE A REPLY